Konsumsi Makanan Ala Nabi

December 19, 2013 in food, health, Tips

Bagi umat Islam didunia menu sehat ala nabi ini mungkin dapat berguna untuk kesehatan tubuh. Sumber dari segala obat adalah menjaga makanan yang kita konsumsi. Pada perut manusia terdapat ruangan lingkup tersendiri yaitu “2/3-nya berisi makanan, dan 1/3 sisanya merupakan tempat udara. Oleh karena itu rasul menyarankan berhentilah makan sebelum kenyang supaya ada tempat untuk udara tersebut.

Menu sarapan ala nabi ini cukup unik yaitu dengan air dingin yang dicampur dengan madu. Dalam kitab agama Islam, madu merupakan obat yang menyeluruh artinya madu bisa mengatasi berbagai penyakit. Madu juga berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, dan menyembuhkan luka bakar dan peradangan. Jadi pada sarapannya nabi hanya minum dan tidak mengkonsumsi makanan lain. Pada siang harinya tujuh kurma yang matang menjadi santapan nabi menjelang siang. Beliau pernah bersabda ”barang siapa yang memakan tujuh butir kurma maka akan terhindar dari racun” hal ini terbukti ketika seorang wanita yahudi menaruh racun dalam makanan nabi pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang tertelan beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma.

Menjelang sore hari, menu nabi biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentunya saja bukan hanya cuka dan minyak zaitun, tetapi di konsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali diantaranya mencegah lemah tulang dan melancarkan pencernaan. Dimalam harinya menu utama makan malam adalah sayur-sayuran. Umumnya sayuran memiliki kandungan zat fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari berbagai penyakit. Setelah makan malam nabi tidak langsung tidur, beliau beraktifitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi dapat mudah dicerna. Caranya bisa juga dengan sholat yang merupakan ibadah utama dalam ajaran Islam.

Menu sehat ala nabi ini dapat juga digunakan untuk orang yang sedang menjalani proses diet dengan pola hidup sehat seperti ini. Tentunya dengan cara dan takaran yang sama dengan yang dilakukan oleh nabi. Bukan berarti hanya umat Islam saja yang dapat mencontoh seperti ini tetapi juga dapat dilakukan oleh umat beragama lainnya yang ada didunia.

menu sehat

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar